loading...

Mengapa Tabulampot Anggur Tidak Berbuah..?

Banyak penggemar tabulampot (tanaman buah dalam pot) mengeluhkan, dimana tanaman buahnya tidak kunjung berbuah padahal umur tabulampot sudah tahunan. Untuk praktek tahap awal proses tabulampot memang cukup sederhana, namun masa perawatan dan pemeliharaan sampai dengan pembuahan memiliki trik khusus. Dengan wadah yang terbatas, tabulampot justru perlu mendapatkan perhatian agar dapat tumbuh secara optimal dan menghasilkan buah. Pengetahuan bagaimana cara untuk membuahkan tabulampot dengan cepat dan tepat tentu menjadi kunci utama. Umumnya, proses pembuahan pada tabulampot tentu menjadi hal yang ditunggu-tunggu sang pemilik. Namun, kondisinya akan berbeda jika tabulampot yang ditanam hanya berupa tanaman tegak yang tidak kunjung berbuah. Tabulampot yang sukar berbuah kadang kala disebabkan oleh pemilik yang kurang teliti dan kurang paham tentang teknik pemeliharaan yang benar. Di lapangan, ada banyak penyebab tanaman tabulampot sukar berbuah. Mulai dari bibit yang bermutu rendah, kurangnya unsur hara bagi tanaman, hingga tanaman yang sakit.

Jadi sesuai dengan judul postingan kali ini, Mengapa Tabulampot Anggur Tidak Berbuh..? disini akan kita ulas rangkuman dari pengalaman-pengalaman pribadi dan para sahabat tentunya.

Penyebab Utama Tabulampot Anggur Tidak Berbuah

a. Faktor Bibit

Tanaman buah umumnya dapat dikembangkan dengan cara menyemai biji dari buah tersebut. Namun untuk saat ini, sudah jarang kita temukan penjual buah yang mengembangkan koleksi tanaman buahnya dengan menggunakan cara ini. Namun terkadang masih ada juga pedagang yang memanfaatkan ketidaktahuan pembeli tentang tanaman buah dengan cara menjual bibit buah yang berasal dari biji. Jika bibit untuk tabulampot berasal dari biji, maka dapat dipastikan tanaman tabulampot tidak akan dapat berbuah, terkecuali untuk tanaman buah dengan masa berbuah cepat atau bukan merupakan tanaman buah berkayu keras, seperti buah semangka, terong, tomat dll. 

Mengapa bibit dari biji tidak dapat dijadikan tabulampot..? hal ini disebabkan, umumnya tanaman buah berkayu membutuhkan waktu berbuah hingga tahunan bahkan dapat mencapai 10 tahun, jika demikian pohon buah pastinya akan memiliki bentuk pohon yang sangat besar, sehingga sangat sulit untuk dikembangkan didalam pot, walau hal itu masih dimungkinkan. Namun kita tidak akan membahas ditil masalah ini pada postingan ini.

Kesimpulannya, untuk membuat tabulampot, pastikan bibit berasal dari hasil cangkokkan tanaman buah yang berasal dari batang indukan yang sudah berbuah. Bibit seperti ini bisa didapatkan hanya pada pedagang tanaman yang memang sudah bisa dipercaya. Mengapa demikian..? bila anda survey, hampir seluruh penjual tanaman yang hanya menjual dan tidak memiliki koleksi sendiri, sehingga tidak terjamin bahwa bibit buah berasal dari indukan yang sudah berbuah. terkadang pengembang bibit hanya menggunakan cara okulasi. 

Bila bibit berasal dari okulasi (penyambungan) masih juga akan membutuhkan waktu yang lebih lama, karena batang bawah untuk okulasi umumnya dikembangkan dari biji, sehingga pohon buah juga akan membesar. walaupun bibit dari okulasi juga akan cepat berbuah, namun harus didukung oleh batang sambungan atau batang atas yang berasal dari indukan yang sudah berbuah. 

b. Faktor Genetik

Untuk yang satu ini agak sulit saya menjelaskannya secara ilmiah, karena bahasa saya hanya sebatas bahasa orang kebun atau mungkin orang ladang.. hahaha.. tapi okelah kita coba bahas sedikit. Pada dasarnya jenis tanaman sangat bervariasi, dan pada masing-masing jenis tanaman memiliki varietas-varietas. contohnya yang umum adalah buah mangga, bagi orang awam mungkin hanya menyebut dengan buah mangga saat mencari bibit ke penjual bibit. Padahal jenis buah mangga punya banyak varietas, sepert mangga golek , gadong, chokanan, kiojay, kiosaway, dll.

Nah, dari bermacam-macam varietas tanaman buah ini, memiliki kelebihan-kelebihan dan kekurangan-kekurangan tersendiri. baik dari rasa buah, bentuk dan ukuran buah dan kemampuan adaptasi pada iklim dimana kita tinggal. dan salah satu kelebihan yang harus dimiliki untuk tanaman buah yang akan dijadikan tbulampot adalah kegenjahannya dalam berbuah, atau bisa dibilang jenis tanaman yang rajin berbuah. Nah, faktor ini membutuhkan banyak searching untuk memastikan varietas-varietas yang genjah.

c. Media Tanam

Media tanam juga akan menjawab pertanyaan di atas, Mengapa Tabulampot Tidak Berbuah..? cek kembali sejarahnya saat kita memulai tabulampot.. Bagaimana campuran Medianya, yang terdiri dari porositas, bagaimana kandungan unsur haranya, bagaimana drinasenya. Urusan media tanam sangat mempengaruhi baik buruknya asupan nutrisi bagi tanaman. kemampuan media tanam menjadikan unsurhara menjadi dapat diserap oleh akar dengan maksimal atau bahkan media tanam malah akan menjadi sarang penyakit bagi tanaman. Untuk Media tanam dapat dibaca detilnya di Media Tanam Tabulampot. Walau pada penjabaran postingan tersebut untuk tanaman anggur, tapi dapat diaplikasikan pada jenis tanaman lain.

Faktor media tanam tidak sebatas pada aplikasi awal pengolahan media tanamnya saja, namun tergantung juga pada sistem pemupukan dan sistem penyiraman yang akan mempengaruhi ketersediaan air dan nutrisi yang cukup pada tanaman tabulampot. untuk proses ini akan saya jelaskan pada postingan lain, namun secara garis besar untuk penyiraman disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan akar dan terik matahari, intinya media jangan sampai terlalu basah dan terlalu kering, karena kedua hal ini dapat mengganggu pertumbuhan akar halus yang berguna untuk penyerapan nutrisi yang sempurna. 

Untuk proses pemupukan, gunakan NPK seimbang 16:16:16 sebulan sekali dengn dosis disesuaikan dengan masa tumbuh. Pada masa dormasi yaitu suatu keadaan pertumbuhan dan metabolisme terhenti, yang disebabkan faktor dari dalam tumbuhan itu sendiri. Masa dormasi dapat disebabkan juga oleh faktor kondisi setempat yang kurang sesuai. Namun dalam hal ini kita membahas masa dormasi pada saat tanaman dalam kondisi normal. pada masa ini adalah masa yang paling efektif untuk pemberian nutrisi untuk pembuahan. masa dormasi ditandai dengan seluruh daun berwarna hijau tua dan tidak terdapat pucuk daun muda. Untuk nutrisi pembuahan dapat menggunakan pupuk booster yang sesuai dengan jenis tabulampot.

d. Perlakuan khusus tanaman

Sebagai tambahan, perlu diketahui bahwa beberapa tanaman mengharuskan untuk dilakukan perlakuan khusus. perlakuan khusus dimaksud antara lain seperti, stress air, pemangkasan, dan penyinaran matahari. mengapa penyinaran matahari termasuk dalam perlakuan khusus..? karena berbeda jenis tanaman juga akan bebeda kebutuhannya terhadap penyinaran matahari, poin ini perlu penjabaran tersendiri sesuai dengan jenis-jenis tanamannya. 

untuk pemangkasan, selain untuk pembentukan tabulampot yang indah dipandang, pada tanaman anggur merupakan syarat untuk proses berbunga dan berbuah selengkapnya dapat dibaca pada Tips Membuahkan Pohon Anggur. Sedangkan perlakuan stres air pada umumnya dilakukan pada hampir seluruh tabulampot, karena stres air bertujuan untuk mencapai masa dormasi seperti yang dijelaskan diatas.

Mungkin ini saja perlakuan secara umum untuk tabulampot yang tidak berbuah, untuk beberapa perlakuan khusus mungkin dapat kita diskusikan pada lain kesempatan. terimakasih.. 


Mengapa Tabulampot Anggur Tidak Berbuah..? Mengapa Tabulampot Anggur Tidak Berbuah..? Reviewed by My Grapes on Monday, October 03, 2016 Rating: 5

No comments:

loading...