loading...

Penanganan Serangan Nematoda Pada Tanaman Buah Anggur dan Tin

Kondisi Akar yang Terserang Nematoda
Nematoda atau cacing giling merupakan filum Nematoda. Merupakan filum hewan yang beragam yang menghuni rentang lingkungan yang sangat luas. Spesies nematoda sulit untuk dibedakan, dan meskipun lebih dari 25.000 telah dijelaskan, lebih dari setengahnya adalah parasit, jumlah spesies nematoda telah diperkirakan sekitar 1 juta spesies. Berbeda dengan filum Cnidaria dan Platyhelminthes (cacing pipih), nematoda memiliki sistem pencernaan tubular dengan bukaan di kedua ujungnya.

Serangan Nematoda Pada Tanaman

Cara nematoda mempengaruhi/menginfeksi tanaman disebabkan oleh sekresi air ludah yang mengandung enzim tertentu yang diinjeksikan ke dalam tumbuhan pada waktu nematoda memakan bagian dari tanaman. Sebagai contoh serangan nematoda pada akar tanaman, nematoda menghasilkan ensim glukosidase, sedangkan akar tanaman mengandung hormon amigdalin. Glukosidase dan amigdalin akan bereaksi sehingga terbentuk senyawa benzaldehida + HCN, senyawa ini merupakan racun bagi sel-sel yang terkena, sehingga sel-sel akan mati (nekrosis).

Tanaman yang terinfeksi oleh nematoda akan berdampak pada kerusakan ujung akar dan berakibat pada busuk akar. Dampak serangan nematoda ini pada tahap awal infeksi tidak memiliki ciri-ciri khas di atas permukaan tanah. Sehingga sulit untuk mencegah nematoda pada tahap-tahap awal serangan.

Serangan nematoda dapat terdeteksi setelah mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Kerusakan akar menyebabkan berkurangnya suplai air ke daun, sehingga stomata menutup, akibatnya laju fotosintesa menurun. Ciri-ciri tanaman yang terjangkit salah satunya dengan kondisi tanaman yang kerdil, klorosis, layu, daun gugur dan ujung tanaman mati akibat rusaknya akar sehingga penyerapan unsur hara berkurang. Kondisi daun biasanya keriting, mengerut, membengkok dan membelit akibat serangan nematoda pd titik tumbuh. Pembentukan puru pada biji atau daun, bercak, pembengkakan, distorsi pada daun akibat nematoda masuk ke dalam jaringan daun melalui stomata dan merusak parenkim daun.

Penularan nematoda


Nematoda merupakan salah satu organisme yang menyebabkan penyakit dengan cara menularkan virus dari satu tanaman ke tanaman lain, nematoda yang telah memakan tanaman yang sakit (terinfeksi oleh virus atau bakteri) akan membawa virus atau bakteri kedalam tubuhnya. 

Penularan Nematoda yang paling banyak adalah penularan melalui aspek soil transmitted helminths, yaitu terjadinya penularan cacing melalui media tanah. Untuk tanaman yang dikembangkan dengan media pot, masih relatif lebih mudah untuk pengendalian nematoda parasit, cukup dengan melakukan karantina tanaman dan tanah sekaligus memperbaiki media tanam pada pot-pot lainnya. Nematoda sangat ideal pada kondisi aerasi tanah yg kurang baik. Untuk pencegahan perbaiki komposisi media tanam. dan gunakan campuran media tanam lebih poros air. Namun lain cerita bila serangan nematoda terjadi pada lahan perkebunan atau pertanian. 

Selain itu, upaya penularan dapat dicegah dengan cara penggunaan bibit yang bebas dari nematoda Hal ini mengingat umumnya masuknya nematoda ke suatu areal pertanaman terjadi karena nematoda terbawa bersama benih baik yang menempel pada tanaman atau pada media awal tanaman. Oleh karena itu perlu dilakukan seleksi bibit dan hanya menanam benih dan bibit yang bebas dari kontaminasi nematoda parasit. 

Berikut ini langkah-langkah yang dapat mengurangi penularan dan penjangkitan nematoda parasit pada lahan pertanian/perkebunan :


Selain dengan cara seleksi bibit yang akan ditanam ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengurangi atau memutus siklus berkembangnya nematoda, untuk lahan yang sudah terjangkit nematoda parasit.

1. Penggenangan tanah 

Penggenangan tanah yang terinfestasi nematoda selama beberapa bulan dapat mengurangi populasi nematoda. Penggenangan telah terbukti memutus populasi nematoda pada lahan tanam secara signifikan. Cara ini telah dipraktekkan untuk mengurangi nematoda parasit yang menyerang tanaman pisang di Amerika Tengah dan Selatan

2. Menanam Tanaman Resisten

Sampai sekarang penggunaan tanaman resisten banyak ditujukan untuk nematoda endoparsit sedentari seperti Globodera, Heterodera, Meloidogyne, Rotylenchulus, dan Tylenchulus. Penanaman dengan tanaman yang bukan inang dari nematoda diharapkan dapat memutus atau setidaknya mengganggu siklus hidup nematoda. Peningkatan populasi nematoda dalam tanah banyak dipengaruhi oleh penanaman tanaman inang yang sama secara terus menerus. Contoh tanaman ini antara lain, Tagetes patula, Cruciferae, (Prakash & Jagadiswari, 1997) dan kacang lima (Phaseolus lunatus) (Agrios, 1997).


3. Penanaman Tanaman Perangkap

Penanaman tanaman perangkap pada lahan yang sudah terinfestasi nematoda akan sangat bermanfaat untuk mengurangi kepadatan populasinya. Metode pengendalian ini telah berhasil digunakan untuk mengurangi populasi nematoda sista pada tanaman kentang. Tanaman perangkap nematoda parasit seperti famili Solanaceae, misal tomat.


4. Pengendalian Secara Biologi

Upaya lain untuk mengurangi populasi nematoda dengan cara memelihara mikroba yang berlawanan (antagonis) misalnya Trichoderma harzianum. Saat ini sudah banyak jenis pupuk hayati mengandung T harzianum yang dijual di pasaran.

Berbagai jenis bahan organik seperti kompos, pupuk kandang dari kotoran ayam dan bahan organik lainnya juga dapat mengurangi serangan nematoda parasit. Penambahan bahan organik ke dalam tanah selain dapat meningkatkan kualitas kesehatan tanah dan kesuburan tanaman, juga dapat merangsang perkembangan mikroorganisme antagonis. Beberapa senyawa yang diproduksi oleh berbagai bahan organik di dalam tanah juga dilaporkan dapat meningkatkan populasi nematoda predator.



Penanganan Serangan Nematoda Pada Tanaman Buah Tin. 

Berdasarkan pada pengalaman para pecinta tanaman buah tin, serangan nematoda pada tanaman ini sering terjadi dan mengakibatkan pertumbuhan tanaman buah tin dalam pot menjadi stagnan. Bila hal ini terjadi pada tanaman anda, ada beberapa cara penanganan yang harus dilakukan agar koleksi tanaman yang dicintai dapat diselamatkan. Berikut langkah-langkah pencegahan serangan nematoda pada tanaman buah tin. 

1. Seperti telah disebutkan di atas, kondisi tanah dengan aerase yang kurang baik merupakan tempat ideal untuk berkembangnya nematode parasit. Untuk itu persiapan media tanam yang poros merupakan hal paling penting sebelum penanaman buah tin dalam pot.

2. Proses penularan sering terjadi akibat nematoda yang terbawa oleh bibit, ataupun media tanam awal pada bibit, sehingga seleksi awal bibit dan treadment awal sangat dibutuhkan sebelum penanaman pada media pot. Treadmen awal minimal adalah, memeriksa kondisi akar pada bibit, memeriksa kesegaran tanaman dengan melihat kondisi pucuk muda. Pucuk muda yang baik menunjukkan kondisi perakaran yang baik. 

3. Media tanam sebaiknya dijemur terlebih dahulu untuk membunuh larva nematoda.

Namun bila tiga hal pencegahan tersebut telah dilakukan, dan ternyata serangan nematoda tidak terelakkan maka dapat melakukan langkah-langkah berikut ini :

  • Cabut tanaman buah tin
  • Cuci akar hingga bersih
  • Potong seluruh akar yang telah busuk atau diduga telah terserang nematoda
  • Lakukan perendaman akar dengan menggunakan fungisida.
  • Pemberian insektisida yang mengandung bahan aktif karbufuran pada media tanam baru dan,
  • Tanam kembali seperti perlakuan tanaman baru turun cangkok (tidak langsung fullsun)

Nah, demikian pembahasan ringkas tentang Nematoda dan Penanganan Serangan Nematoda Pada Tanaman Buah Tin,. Terimakasih atas kunjungnnya, bila artikel ini bermanfaat silahkan dishare kepada sahabat. 


Penanganan Serangan Nematoda Pada Tanaman Buah Anggur dan Tin Penanganan Serangan Nematoda Pada Tanaman Buah Anggur dan Tin Reviewed by My Grapes on Sunday, October 23, 2016 Rating: 5

No comments:

loading...