loading...

Review tentang Perkebunan Anggur di Daerah Tropis

Artikel Aslinya A Review on Grape Growing in Tropical Regions, Demir KOK, Department of Horticulture, Faculty of Agriculture, University of Namik Kemal University, Tekirdag, Turkey. Corresponding author: dkok@nku.edu.tr 



Kali ini coba fokus membahas tentang Review tentang Perkebunan Anggur di Daerah Tropis. Bedanya dengan yang lain, di tulisan ini lebih membahas tentang Perkebunan Anggur di Daerah Tropis dari segi akademis. Kalau dari segi pengalaman pribadi belum banyak yang bisa diceritakan, ya biasalah, namanya juga kita masih sama-sama memulai, jadi belum banyak pengalaman apalagi kalau yang dibahas masalah tentang Perkebunan Anggur di Daerah Tropis seperti di Indonesia.

Okelah, kita mulai aja pembahasan Review tentang Perkebunan Anggur di Daerah Tropis. Tapi sebelumnya mohon maaf ya kalau kata "Review tentang Perkebunan Anggur di Daerah Tropis" terus diulang-ulang. Coz katanya google lebih suka yang kayak gitu, isunya sih untuk mempermudah pencarian di search engine. Walaupun kalau menurut saya artikel yang ditulis jadi kelihatan aneh, pendapat pribadi saya, tulisan seperti itu jadi merusak konsentrasi pembaca. Dilematis sih, tapi namanya juga masih berharap, ya harus kita ikuti aturan mainnya..

Kita mulai dari Abstrak dari jurnal Review tentang Perkebunan Anggur di Daerah Tropis.

Meskipun tanaman anggur dapat beradaptasi pada berbagai macam iklim, namun pertumbuhan terbaik dari tanaman anggur adalah jenis anggur yang memenuhi persyaratan iklim tertentu. Hal ini disebabkan karena banyaknya varian anggur-anggur lokal di negara-negara tertentu, jadi walaupun anggur eropa dapat tumbuh di Indonesia, namun ya tetap aja, pertumbuhan terbaiknya tetap di Eropa sana.

Dewasa ini, kegiatan budidaya anggur meningkat secara signifikan di daerah tropis baik jenis anggur meja berkualitas, anggur wine dan kismis seperti di negara seperti Brazil, Venezuela, India dan Thailand baik yang terletak di daerah tropis dan subtropis. Teknik produksi yang digunakan Untuk anggur yang tumbuh di daerah tropis berbeda dari pada daerah beriklim tradisional(maksudnya apa ya..??) . Kebanyakan Buah anggur yang tumbuh di daerah ini memiliki karakteristik anggur meja, kismis dan anggur wine. Varietas anggur tumbuh di Daerah tropis harus memiliki periode pemasakan dini, siklus tumbuh pendek dan ketahanan tinggi terhadap jamur dan penyakit.

Nah dari abstrak Review tentang Perkebunan Anggur di Daerah Tropis dapat diambil poin penting sebagai bahan pertimbangan untuk budidaya anggur khususnya di Indonesia adalah,

Varietas anggur tumbuh di daerah tropis harus memiliki periode pemasakan dini, siklus tumbuh pendek dan ketahanan tinggi terhadap jamur dan penyakit.

Apa saja jenis Varietas anggur yang memenuhi persyaratan di atas..?? ntar kita bahas. Sekarang kita lanjut Review tentang Perkebunan Anggur di Daerah Tropis.

Sebagian besar wilayah perkebunan anggur di dunia berada di antara Garis lintang 40 ° dan 50 ° LU di utara belahan bumi dan antara garis lintang 30 ° dan 40 ° S di belahan bumi selatan yang disebut sebagai Sabuk iklim sedang (Iland et al., 2009). Di antara negara-negara dengan iklim tropis seperti Brasil, India, Thailand dan Venezuela berperan penting dalam produksi anggur tropis dan meluas di berbagai negara benua lainnya seperti Bolivia, Kolombia, Peru, Guatemala (di Amerika Selatan), di Madagaskar, Namibia, Tanzania (di Afrika) dan di Vietnam, Cina (di Asia) (Jogaiah et al., 2013).

Di daerah tropis, sebagian besar kebun anggur khusus memproduksi jenis anggur meja, namun terdapat peningkatan areal kebun anggur untuk mengembangkan anggur wine berkualitas (Tonietto dan Pereira, 2012).

Vitis vinifera L. adalah spesies anggur sesuai dengan kondisi daerah yang beriklim sedang dan area utama budidaya terletak di antara garis lintang 30 ° LU dan 50 ° N dan antara 30° S dan 40° S, dengan temperatur optimum antara 10° C s.d 20° C.

Tantangan utama pemeliharaan anggur tropis adalah :


1) Mengontrol vigor tanaman.

Umumnya untuk daerah tropis vigor/pertumbuhan  tanaman dapat menjadi berlebihan, sehingga pengontrolan arah percabangan dan canopy lebih rumit.

2) Mengontrol iklim mikro dan Arsitektur 

Iklim lokal ataupun dapat juga dimaksud dengan kondisi kelembaban, pencahayaan matahari dan arus udara di sekitar perkebunan yang disebabkan karena pertumbuhan/vigor tanaman yang terlalu rimbun dan arsitektur adalah sebuah perencanaan bentuk canopy dan arah percabangan.
3) mengendalikan air dan Pengelolaan mineral, 

4) Penentuan tanggal panen.

Seperti di Indonesia, tidak semua daerah memiliki iklim yang tegas, maksudnya iklim tegas adalah, dimana pada saat musim kemarau tetap ada hujan dan sebaliknya. sehingga penentuan panen yang yang optimal menjadi sulit, karena syarat utama panen buah anggur, selain kondisi matang buah sempurna, juga kondisi persentase kadar air buah yang minimum untuk meningkatkan rasa manis buah. Kondisi minimum kadar air buah dapat diperoleh pada saat musim kemarau atau dengan kondisi tanaman dengan minimum air. 

5) Mengendalikan status sanitasi terutama, Di bawah zona tropis dan subtropis yang basah.


Pengaruh Keadaan Iklim Terhadap Tanaman Anggur

Precipitation

Dalam meteorologi, presipitasi (juga dikenal sebagai satu kelas dalam hidrometeor, yang merupakan fenomena atmosferik). Presipitasi yang mencapai permukaan bumi dapat menjadi beberapa bentuk, termasuk diantaranya hujan. Kondisi presipitasi tahunan suatu wilayah perkebunan anggur sangan berpengaruh besar terhadap irama pertumbuhan pohon anggur dan masa dormansi dan tanggal panen.

High Temperature 

Kondisi temperatur tinggi teramati di wilayah pada kawasan dengan iklim tropis. Hal ini memberikan dampak positif dan juga dampak negatif bagi tanaman anggur. adapaun dampak positifnya adalah :
  1. Dapat mempercepat pertumbuhan dan perkembangan pohon anggur, 
  2. Mempercepat waktu panen pertama (18 bulan setelah tanam), 
  3. Meningkatkan perkembangan anggur dan kualitas anggur, memungkinkan 2-3 panen per tahun, 

Sedangkan dampak negatifnya adalah 
  1. Peningkatan evapotranspirasi yang menyebabkan kebutuhan air tinggi.
  2. Kurangnya rangsangan dingin (masa istirahat tunas tidak teratur) yang menyebabkan pecah tunas tidak teratur

Photosynthetically active radiation (PAR)

PAR adalah gelombang cahaya yang dapat diterima oleh stomata, untuk stomata anggur PAR sekitar 400 s.d 700 nm. Di daerah tropis, Nilai radiasi yang dapat disimulasikan secara fotosintesis bisa mencapai 2000-2200 μmolm-2s-1.

Intensitas cahaya berpengaruh nyata terhadap sifat morfologi tanaman. Tanaman yang mendapatkan cahaya matahari dengan intensitas yang tinggi menyebabkan lilit batang tumbuh lebih cepat, susunan pembuluh kayu lebih sempurna, internodianya lebih pendek, daun lebih tebal, tetapi ukurannya lebih kecil dibanding dengan tanaman yang terlindung (Wilsie, 1962). Beberapa effek dari cahaya matahari yang penuh (yang melebihi) kebutuhan optimum dapat menyebabkan layu, fotosistesi lambat, laju respirasi meningkat tetapi cenderung mempertinggi daya tahan tanaman.

Intensitas cahaya yang tinggi di daerah tropis tidak seluruhnya dapat digunakan oleh tanaman (Curtis & Clark, 1950, Suseno, 1974). Energi cahaya matahari yang digunakan oleh tanaman dalam proses fotosintesis berkisar antar 0,5 – 2,0 % dari jumlah total energi yang tersedia. Sehingga hasil fotosintesis berkurang apabila intensitas cahaya kurang dari batas optimum yang dibutuhkan oleh tanaman, yang tergantung pada jenis tanaman (Leopold & Kriedemann, 1975).

Wind

Angin merupakan salah satu unsur yang sangat dibutuhkan dalam budidaya tanaman buah anggur. Kondisi daerah dengan angin tetap, seperti di daerah pesisir akan berdampak terhadap :
  1. Penurunan pertumbuhan Pohon dan 
  2. Hasil panen yang lebih rendah


Poin Utama dari Tropical Grape Growing dan Pilihan Varietas Anggur dan Batang Bawah

Untuk Beberapa Varietas Anggur yang sesuai untuk dibudidayakan dengan kondisi iklim tropis adalah sbb.



Untuk Varietas Kismis

  • Thompson Seedless
  • Muscat of Alexandria
  • Black Corinth

Dari segi batang bawah, umumnya digunakan jenis seperti IAC 572, IAC 313, IAC 766 dan ampinas umumnya lebih disukai untuk jenis anggur meja,  wine dan jus anggur untuk vegetatif seimbang, pengembangan dan peningkatan produktivitas. Sedangkan jenis batang bawah yang kurang kuat seperti SO4 dan Harmony sering digunakan untuk mendapatkan anggur berkualitas baik.

Pemuliaan varietas baru untuk daerah tropis


Tujuan Utama pengembangan varietas baru tanaman buah anggur adalah untuk menghasilkan jenis tanaman buah anggur baru yang lebih adaptif seperti :
  1. Ketahanan terhadap serangan jamur
  2. Adaptif terhadap kondisi iklim
  3. Hasil dan kualitas buah

Spesies Vitis Tropis yang telah disilangkan dengan jenis Vitis vinifera sbb:


Vitis tiliaefolia = Vitis caribaea
Vitis shuttleworthii
Vitis gigas
Vitis rufotomentosa
Vitis smalliana = Vitis simpsonii
Vitis popenoei
Vitis munsoniana

Yah.. bigitulah kurang lebih Review tentang Perkebunan Anggur di Daerah Tropis, plus minusnya pasti ada,. usaha rekayasa genetik maupun perkawinan silang semoga saja dapat menghasilkan buah anggur yang dapat berkembang baik di iklim tropis umumnya dan Indonesia khususnya.

Terimakasih atas kunjungannya..
Review tentang Perkebunan Anggur di Daerah Tropis Review tentang Perkebunan Anggur di Daerah Tropis Reviewed by Abu defaya on Thursday, August 24, 2017 Rating: 5

1 comment:

loading...