Growing Table Grapes (Pruning)

Melanjutkan pembahasan tentang budidaya anggur yang bersumber dari buku dengan judul Growing Table Grapes yang ditulis oleh Bernadine C. Strik, EC 1639 • May  2011. Kali ini meringkas tentang Pruning (pemangkasan).

Pada postingan lain juga sudah banyak dibahas tentang pruning, baik pruning untuk pembentukan batang primer, sekunder dan pruning untuk pembuahan antara lain.


Seperti yang juga telah dijelaskan pada ketiga potingan di atas, salah satu tujuan pemangkasan anggur adalah membentuk struktur tanaman sehingga posisi tanaman anggur dapat lebih kokoh seiring bertambah besarnya dahan.

Bagi yang mengembangkan tanaman anggur sebagai peneduh pekarangan rumah, harusnya lebih memiliki perencanaan khusus dalam membentuk penjalaran pohon anggurnya.  Sebab, penjalaran yang tidak terencana akan menghasilkan pohon anggur yang semraut dan tidak tertata, ya jadinya kurang indah dipandang dan apalagi kalau sampai gagal untuk dibuahkan. Sehinga pada akhirnya hanya akan menjadi kerja tambahan yang tidak menghasilkan.

Baiklah langsung ke pokok pembahasan yang difokuskan pada penjelasan buku di atas dengan sub tema pruning (pemangkasan) pohon anggur.

Kerangka yang mapan untuk penjalaran pohon anggur setelah pemangkasan sangatlah bervariasi, tergantung pada sistem training (pelatihan) yang dipilih. Baca juga postingan tentang Training the young vine (Training Tahun Pertama Pohon Anggur Muda).

Untuk pembentukan kanopi tidak akan terlepas dari sistem pelatihan sejak awal, bila batang primer sudah terbentuk baik, maka dalam pembentukan percabangan berikutnya akan lebih mudah. Sebaliknya, pembentukan cabang primer yang buruk akan berdampak pada batang primer yang tidak mampu menopang pertumbuhan percabangan dan penjalaran anggur. Akibatnya, kanopi pohon anggur yang terbentuk akan sangat bergantung kepada kekuatan kawat penopang dan rentan roboh seiring berjalannya waktu.

Tujuan Pemangkasan dan Pelatihan Pohon Anggur

Pemangkasan dan pelatihan yang tepat bertujuan untuk menghasilkan buah yang baik dan berkualitas tinggi. Selain itu kedua hal tersebut juga bermanfaat untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan vegetatif dan generatif.

Permasalahan yang paling umum dalam produksi anggur di pekarangan rumah adalah, pohon anggur tidak dipangkas, mungkin karena tujuan utama memang untuk peneduh atau juga karena ketidak tahuan teknik pembuahan anggur.

Pemangkasan yang benar akan menghasilkan pohon anggur yang lebih mudah dikelola dan memiliki buah yang lebih baik, dan pemangkasan yang buruk dari tahun ke tahun menyebabkan hasil panen rendah dan buruk.


Syarat Tanaman Anggur Yang Akan Dipangkas

Sebelum dilakukan pemangkasan, ada beberapa kondisi yang harus diperhatikan yaitu sebagai berikut.
1. Pangkas pohon anggur setelah memasuki masa dorman
2. Pastikan bahwa pohon anggur dalam kondisi tidak terserang penyakit
3. Periksa kondisi PH tanah dalam kondisi normal (dalam ambang batas toleransi rootstok)
4. Kebutuhan pupuk mikro dan makro telah terpenuhi.

Dalam banyak kasus, anggur menjadi stagnan dan mati pasca pruning. Hal ini kemungkinan terjadi akibat beberapa faktor di atas tidak terpenuhi. Kematian pohon anggur pasca pruning umumnya terjadi pada saat pruning di musim hujan. untuk lebih jelasnya bisa membaca postingan  Pengaruh Curah Hujan Terhadap Tanaman Anggur dan Cara Meningkatan Ketahanan Tanaman Anggur Di Musim Hujan.


Metode Pemangkasan Pohon Anggur

Terdapat dua metode pemangkasan pohon anggur, yaitu cane pruning dan spur pruning. Pemilihan metode pemangkasan ini didasarkan kepada kultivar anggur itu sendiri. Karena beberapa kultivar akan menghasilkan buah yang baik dengan metode pemangkasan tertentu dan kultivar lainnya bisa lebih baik dengan metode pemangkasan yang lain pula.

Untuk dapat memahami istilah-istilah dalam penamaan bagian pohon anggur dapat membaca Mengenal Nama Bagian-Bagian Pada Tanaman Anggur

Seperti kultivar anggur Flame seedless akan menghasilkan buah baik dan berkualitas pada pemangkasan jenis cane dan tidak berarti tidak berbuah pada pemangkasan spur. Sedangkan untuk kultivar lain seperti Green Emerald, Green Italia, Green Neptune dan Reliance lebih menghasil buah baik dan berkualitas pada pemangkasan Spur. Walaupun untuk menentukan kualitas buah tidak hanya berdasarkan metode pemangkasan.

Secara umum, Kultivar anggur Eropa dapat dipruning dengan menggunakan metode cane pruning maupun spur. Berbeda dengan umumnya kultivar anggur Amerika dan kebanyakan jenis anggur hibrida, dengan pemangkasan spur yang umumnya hanya meninggalkan tunas spur yang pendek (1 s.d 2 mata tunas), jenis anggur kultivar ini akan menghasilkan sedikit atau tidak berbuah sama sekali. Untuk alasan ini, sebaiknya kultivar anggur Amerika dan anggur hibrida sebaiknya menggunakan cane prunning selama tidak ada metode pemangkasan yang spesifik yang direkomendasikan.

Perbedaan Cane Pruning dan Spur Pruning dapat dilihat pada gambar-gambar dibawah ini :

CANE PRUNING

Cane Pruning : Pembentukan batang primer pada tahun pertama

Cane Pruning : Pada tahun pertama, pada saat pembentukan trunk, beberapa varietas anggur sudah mulai membawa buah, namun belum masih sedikit.

Cane Pruning : Musim pruning kedua meninggalkan 2 batang sekunder, (garis 2 menunjukkan bagian yang di potong) 

Cane Pruning : Hasil pruning ke dua, bentuk dan penjalaran

Cane Pruning : Musim pruning ketiga, ranting berwrna menunjukkan bagian yang ditinggalkan, dan lainnya di pangkas habis. pada tahapan inilah yang membedakan antara cane pruning dan spur pruning.

Cane Pruning : hasil dari cane pruning pada musim ketiga

Cane Pruning : pada musim keempat

Cane Pruning : hasil pruning pada musim keempat dan selanjutnya.

Dari gambar-gambar di atas, menunjukkan bahwa pada cane pruning, pada setiap pruning pembuahan hanya meninggalkan satu batang dengan usia kurang lebih 1 tahun. Sistem pruning ini, seperti telah dibahas di atas, sangat direkomendasikan untuk varietas USA dan anggur hibrida.

SPUR PRUNING

Letak perbedaan antara spur pruning dengan cane pruning pada saat pemangkasan pada musim pembuahan ketiga. Pada saat pruning untuk pembentukan trunk dan sampai pemangkasan pembuahan di musim kedua masih sama.

Model pemangkasan spur sperti pada gambar-gambar dibawah ini :

Spur Pruning : Setelah pembuahan di musim kedua, spur yang berwarna adalah bagian spur yang akan ditinggalkan untuk pembuahan musim berikutnya 

Spur Pruning : Hasil pruning untuk pembuahan pada musim ketiga, meninggalkan spur masing-masing dengan 2 mata tunas.

Spur Pruning : Setelah pembuahan musim ketiga, bagian berwarna bagian yang akan disiapkan sebagai spur untuk pembuahan

Spur Pruning : Hasil pruning pembuahan untuk musim berikutnya dan seterusnya. pada pruning model ini akan meninggalkan cordon, dan setiap musim pruning akan meninggalkan spur dengan usia 1 tahun  masing-masing spur dengan 2 mata tunas.

Demikian pembahasan tentang pruning, kurang lebihnya dapat kita diskusikan kembali. seluruh gambar-gambar yang terlampir bersumber dari buku yang sudah saya sebutkan di awal pembahasan/postingan ini.

Terimakasih atas kunjungan dan masukannya, gimanapun pengalaman tetap sebagai guru yang terbaik..

Growing Table Grapes (Pruning) Growing Table Grapes (Pruning) Reviewed by My Grapes on Wednesday, November 29, 2017 Rating: 5

No comments: