loading...

Kelemahan Pengembangan Anggur di Dataran Tinggi dan Penaganannya

Artikel dengan judul Kelemahan Pengembangan Anggur di Dataran Tinggi ini diambil dari hasil penelitian Emi Budiyati, Rohmatul Amprilah dan Agus Zainudin, Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika dengan menggunakan judul asli yaitu DAYA ADAPTASI BEBERAPA VARIETAS ANGGUR (Vitis vinifera) DI DATARAN TINGGI.


Agar butiran buah menjadi besar dan tingkat kemasakannya seragam
Anggur Red Prince 

Prospek Pengembangan Anggur Di Dataran Tinggi

Dari perbandingan hasil analisa kimia buah, baik anggur yang ditanam di dataran tinggi maupun anggur yang ditanaman di dataran rendah terdapat perbedaan, yaitu Volume juici buah anggur yang ditanam didataran tinggi lebih tinggi dibanding volume juici dari buah anggur yang ditanam didataran rendah, sehingga butiran perbuah anggur yang ditanam didataran tinggi cenderung lebih besar.

Bahan Penelitian ini mengggunakan 7 varietas anggur umur 3 tahun yaitu : 
  • Cardinal, 
  • Carolina Black Rose, 
  • Belgi,
  • Muscatto D’Adda, 
  • Red Prince, MS 23-7 dan 
  • Bali.

Sedangkan bahan lain adalah fungisida, pupuk cair organik, pupuk Urea, pupuk TSP, dan pupuk
KCl.

Pemeliharaan tanaman anggur meliputi :

1. Penyiraman

Penyiraman tanaman anggur perlu dilakukan terutama waktu musim kering. Penyiraman tanaman anggur menggunakan selang dengan dengan mengalirkan air disekitar pohon anggur dengan volume air ± 15 l/pohon. dan dilaksanakan setiap 3 hari sekali.

2. Pemupukan

Pupuk yang digunakan tanaman anggur adalah pupuk N P K sesuai anjuran tehnologi berdasar umurnya. Pemupukan tanaman anggur dimulai 2 minggu sebelum pemangkasan. Pemupukan dilakukan dengan meletakkan pupuk NPK dengan perbandingan 15:15:10 dengan dosis 214 g/pohon pada parit yang melingkar pada dasar kanopi tanaman anggur.

3. Pemangkasan

Pemangkasan tanaman anggur dilakukan satu bulan setelah panen. Pemangkasan dilakukan dengan cara :
  • Memotong cabang dan memperhatikan keadaannya apabila cabang yang dipotong mengeluarkan getah maka tanaman anggur tersebut siap dipangkas. 
  • Cabang yang kering perlu dipangkas karena cabang tersebut dapat menyebabkan penyakit yang dalam kondisi memungkinkan penyakit tersebut dapat berkembang biak.
  • Cabang yang ditinggalkan adalah cabang buah yang normal dan baik serta mempunyai mata tunas yang gemuk, bentuknya tumpul, menggelembung besar dan memiliki kemungkinan
  • untuk berbunga. 
  • Letak cabang yang ditinggalkan yaitu 1-2 mata tunas dan panjang cabang dari mata buku terakhir 2-3 cm. 
  • Cabang yang kurus dan lemah serta tidak sehat dipangkas habis sampai ke dasar.

4. Penyiangan

Penyiangan dilakukan apabila gulma telah mulai banyak dan mengganggu pertumbuhan tanaman anggur.

5. Pengendalian Hama dan Penyakit
  • Hama apid dan trip dilakukan dengan cara menanam tanaman aromatik disekitar pohon anggur. 
  • hama burung dilakukan dengan cara pemberongsongan buah dengan menggunakan kertas bungkus.
  • Pengendalian penyakit dilakukan dengan cara menyemprotkan fungisida, yang dilakukan setiap 3 hari sekali dan pada waktu pagi hari.

Kelemahan Pengembangan Anggur di Dataran Tinggi

a. Penyakit Powdery Mildew

Powdery Mildew menyerang pada tanaman anggur varietas MS 23-7. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Uncinula necator (Schw) Burr. Bagian tanaman yang terinfeksi menampakkan gejala bercak-bercak putih kelabu. 

Usaha pengendalian penyakit powdwry mildew dilakukan dengan cara penyemprotan Dhitane M-45, Antracol 70WP, Thuricide 45WP dan Aero dengan interval 2 kali seminggu. Menurut Setiadi (1994), untuk menendalikan penyakit mildew, bisa dilakukan dengan penyemprotan bubur burdo atau bahan yang mengandung tembaga. 

Saat penyemprotan sebaiknya dilakukan sebelum penjarangan buah karena bahan ini sulit dihapus bila menempel buah. Alternatif pengendalian powdery mildew yang lain dapat digunakan dengan cara memotong bagian tanaman yang sakit berat untuk di bakar, menjaga kebersihan kebun dan aplikasi fungisida.

b. Buah pecah

Problematika Buah Pecah pada tanaman anggur yang ditanam di dataran tingi menyerang varietas Cardinal. Hal ini di mungkinkan karena waktu pangkas berat pada bulan Juli, yang pada bulan tersebut mengalami musim hujan sehingga kualitas buah rusak. 

Menurut Wiryanta (2004), tanaman anggur yang dipangkas berat pada musim kemarau atau bulan agustus, membuat buah anggur siap panen pada bulan November atau Desember, hal ini dapat menyebabkan kualitas buah anggur kurang bagus, tingkat kematangan buah tidak merata, buah mudah busuk dan retak serta kulitnya pecah. 

Alternatif untuk mengendalikan buah anggur yang pecah, sebaiknya waktu pemangkasan diatur supaya buah tidak mengalami pertumbuhan dan panen pada musim hujan. 

c. Busuk Kapang Kelabu (Gray Mould Rot) 

Penyakit Busuk kapang kelabu pada tanaman anggur yang ditanam di dataran tinggi menyerang varietas Muscatto D’Adda. Penyakit Busuk kapang kelabu ini disebabkan oleh cendawan Botrytis cinerea Pers. ex Fr. 

Cendawan ini berkembang pada saat buah anggur menjelang masak. Busuk kapang kelabu ini mula-mula menyerang jaringan yang terletak tepat pada permukaan buah yang menyebabkan kulit buah terlepas dari dagingnya, kemudian buah busuk lunak berair. Serangan yang berat menyebabkan buah berwarna coklat tua, keriput dan busuk. 

Pengendalian dengan cara menyemprotkan Dithane M-45, Antracol 70WP, Thuricide 45WP dan Aero dengan interval penyemprotan 2 kali seminggu. Menurut Rukmana (1999), pengendalian penyakit busuk buah dapat dilakukan dengan cara aplikasi fungisida yang mangkus, seperti Banlate dan Agrosid 50 SD. 

Alternatif lain yang dapat dilakukan untuk mengenalikan penyakit Busuk Buah adalah mengatur pemangkasan berat agar buah anggur tidak mengalami musim hujan, karena kelembaban yang tinggi menyebabkan cendawan botrytis cinera mudah berkembang.

d. Buah Tidak Seragam

Buah tidak seragam pada tanaman anggur yang ditanam di dataran tinggi terjadi pada varietas Red Prince. Alternatif untuk Buah yang tidak seragam dapat dikendalikan dengan cara melakukan penjarangan buah. 

Agar butiran buah menjadi besar dan tingkat kemasakannya seragam juga dapat menggunakan ZPT giberelin yaitu GA4+7 + BA. Karena, Hasil penelitian Yuniastuti dan Purnomo (1991) menunjukkan bahwa penggunaan GA4+7 + BA 1000 ppm pada anggur Bali yang dilakukan 10 hari sebelum dan sesudah bunga mekar dapat meningkatkan jumlah tandan buah dan bobot buah pertandan. 

Demikian postingan Grapestutorial.com kali ini tentang Kelemahan Pengembangan Anggur di Dataran Tinggi dan Penaganannya. Semoga bermanfaat dan terimakasih atas kunjungannya.


Keyword :

Kelemahan Pengembangan Anggur di Dataran Tinggi dan Penaganannya
Pengendalian penyakit powdwry mildew
Pecah buah pada anggur
Penyakit Busuk kapang kelabu pada tanaman anggur 
Agar butiran buah menjadi besar
Agar tingkat kemasakan buah anggur seragam 
Pemeliharaan tanaman anggur
Penyiraman tanaman anggur 
Pemupukan tanaman anggur 
Pemangkasan tanaman anggur 
Pengendalian hama dan penyakit anggur
Kelemahan Pengembangan Anggur di Dataran Tinggi dan Penaganannya Kelemahan Pengembangan Anggur di Dataran Tinggi dan Penaganannya Reviewed by El Info on Tuesday, July 10, 2018 Rating: 5

No comments:

loading...